In the past, Google services didn't always work quite as they should have done in Opera, mostly due to that old bugbear of browser compatibility.
But Google has now performed the tweaks, fixes and possibly even rain dances necessary to make Google+ and the Google Toolbar work better in Opera. To see it for yourself, check out Opera's page in Google+. And while you're there, why not add us to your circles?
now we don't need to change opera:config#ISP|Id value to AppleWebKit in order google toolbar can work properly
NAT adalah suatu mekanisme dalam pembuatan Virtual Server. Logika sederhana untuk Virtual Server ialah dengan mendirect suatu nomor IP address public ke komputer lokal. sehingga komputer di jaringan local yang menggunakan ip private dapat di akses dari internet jadi dengan implementasi NAT kita dapat membuat Vitual Server. Hal ini dapat dilakukan karena router yang kita sudah setting NATnya akan mem-forward paket ip dari WAN ke server local / virtual server.
Biasanya NAT diimplementasikan di router atau gateway atau perangkat terluar dari jaringan lokal kita.
Secara sederhana sintaks untuk implementasi NAT adalah seperti berikut ini :
Catatan option option iptables yg dapat digunakan : -A digunakan untuk menambahkan rule -I digunakan untuk menyisipkan (insert) rule firewall ke baris paling atas -D digunakan untuk menghapus rule yg telah dibuat -s digunakan untuk source address -d digunakan untuk destination address DROP digunakan untuk mendisable paket yang masuk atau lewat
Sayangnya biarpun konsepnya sama, tapi cara untuk mengatur NAT di setiap jenis router itu tidak sama. di router-router berbasis Linux dilakukan dengan melakukan setting NAT ( network address translation ) di IP tables. Sementara di modem router dengan OS built in bawaan pabrik memiliki cara yang berbeda dan terkadang di menu yang berbeda, misalkan virtual server, DMZ dan lain-lain. Ini yang membuat melakukan NAT cukup sulit terkecuali orang yang melakukannya sudah memahami networking dengan baik
Setting IP Address, Gateway & Name server 1. IP Address Bentuk perintah konfigurasi
Contoh konfigurasi :
Perintah ip address print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi.
2. Gateway Bentuk perintah konfigurasi :
Perintah ip route print adalah untuk melihat routing table.
3. Name Server Bentuk perintah konfigurasi :
Contoh konfigurasi :
Perintah ip dns print adalah untuk melihat hasil dari konfigurasi dns.
Setting Routing
Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya baik LAN ke LAN atau ke WAN sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain.
Tujuan dari routing adalah agar paket IP kita dikirim sampai pada target, begitu juga paket IP yang ditujukan untuk kita sampai dengan baik. Target atau destination ini bisa berada dalam 1 jaringan atau pun berbeda jaringan baik secara topologis maupun geografis.
a. Routing static Bentuk Perintah konfigurasi :
Contoh konfigurasi :
Artinya tujuan network 192.168.0.0/24 lewat gateway 172.99.77.2
Artinya tujuan host 202.10.56.2 lewat gateway 203.33.45.6
b. Routing untuk 2 isp Routing untuk 2 isp atau lebih ini bisa kita analogikan ketika kita dihadapkan pada masalah memakai 2 atau lebih koneksi, salah satu permasalahannya juga adalah apabila isp pertama memberikan banwidth yang berbeda dengan isp yang kedua, hal ini bisa kita lakukan dengan mikrotik yaitu dengan membagi atau balance paket data ( Static Equal Cost Multi-Path Routing ) .
Contoh perintah konfigurasi :
Note : Perintah diatas mendefinisikan bahwa besar bandwidth dari gateway 192.168.2.1 lebih besar 2 kali dari bandwidth yang didapat dari gateway 192.168.1.1 , jadi bisa diartikan untuk routing lebih dari 1 isp ini harus diketahui besar bandwith mana yang lebih besar yang diberikan setelah itu kita bisa memasukan konfigurasi seperti diatas.
Instalasi Mikrotik Router 1. Masukan cd mikrotik untuk booting dari cdroom maka akan tampil seperti dibawah ini :
2. Setelah proses booting akan muncul menu pilihan software yang mau di install, pilih sesuai kebutuhan yang akan direncanakan.
Ket : • System : Packet yang wajib diinstall karena merupakan inti dari system mikrotik. • PPP : Untuk membuat Point to Point Protocol Server • dhcp : Packet yang dibutuhkan apabila ingin membuat dhcp-server atau untuk mendapatkan dynamic ip address. • Advanced tool : Tools tambahan seperti ip-scan, bandwidth test dan lainnya. • arlan : Packet untuk konfigurasi chipset wireless aironet arlan • gps : Packet untuk support GPS Device • hotspot : Packet untuk membuat hotspot gateway, seperti authentication , traffic quota dan SSL • hotspot –fix : Tambahan packet hotspot • isdn : Packet untuk isdn server dan isdn client membutuhkan packet PPP • lcd : Packet untuk customize port lcd • ntp : Packet untuk ntp server dan ntp client • radiolan : Driver for legacy RadioLAN cards. • Routerboard : Routerboard spesifikasi BIOS • Routing : Packet untuk routing OSPF, BGP dan static • Routing-test : Packet tambahan ( optional ) • security : Packet untuk mendukung ssh dan ip sec. • synchronous : Untuk synchronous dengan device lain • telephony : Packet for VOIP ( H.323 ) • ups : packet for ups monitor seperti alarm • user-manager : Packet tool user manager untuk radius server • web-proxy : packet untuk setting proxy server • web-proxy test : optional • wireless : Packet untuk dukung cisco aironet cards
3. Ketik “ i “ setelah selesai memilih software, lalu akan menu pilihan seperti ini :
- Do you want to keep old configuration ? [ y/n] ketik Y - Continue ? [ y/n] ketik Y
Setelah itu proses installasi system dimulai, disini kita tidak perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan membuat partisi sendiri.
Proses Installasi
4. Setelah proses installasi selesai maka kita akan di minta untuk merestart system, tekan enter untuk merestart system.
5. Setelah computer booting kembali ke system mikrotik, akan ada pilihan untuk melakukan check system disk, tekan “ y “ .
6. Setelah itu akan muncul menu login Mikrotik login = admin Password = ( kosong , enter saja )
7. Untuk software license tekan “ y “ . Lalu enter beberapa kali sampai muncul prompt untuk command line.
Disini saya akan mencoba menulisakan setting FTP dengan menggunakan VerySecureFTPD yang diinstal pada server linux openSUSE 10.3 dan koneksi internet menggunakan speedy
1 Installasi VerySecureFTPD
Pada topik ini diasumsikan bahwa komputer yang akan dijadikan FTP Server telah disetting Local Repository sehingga paket-paket tambahan dari openSUSE Linux dapat diinstall dengan menggunakan perintah zypper.
Pada konsole terminal, login sebagai root dan kemudian install paket vsftpd dengan perintah berikut: zypper in vsftpd
Proses installasi vsftpd akan selesai dalam waktu singkat dan akan terbentuk directory:
/usr/share/doc/packages/vsftpd/
yang berisikan file-file yang diperlukan untuk konfigurasi vsftpd. Selain itu, kita dapat melihat file-file contoh konfigurasi untuk vsftpd yang tersimpan di /usr/share/doc/packages/vsftpd/.
Setelah paket vsftpd telah terinstall, buatlah directory /etc/vsftpd dengan menggunakan perintah berikut:
mkdir /etc/vsftpd
Secara default, file konfigurasi vsftpd akan berada di /etc/vsftpd.conf. Untuk memudahkan pengelompokan semua file-file yang berhubungan dengan vsftpd, maka dianjurkan untuk membuat directory /etc/vsftpd/ untuk menyimpan semua file-file vsftpd.
Kemudian pindahkan file /etc/vsftpd.conf ke /etc/vsftpd/vsftpd.conf
mv /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd/vsftpd.conf
Buat link ke file /etc/vsftpd/vsftpd.conf dan namain link tersebut /etc/vsftpd.conf.
ln -s /etc/vsftpd/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf
Buat file user authentication untuk vsftpd: vi /etc/pam.d/vsftpd
Isi dari file tersebut adalah berikut: auth include common-auth account include common-account
Authentication di file tersebut melakukan authentication terhadap user-user yang terdapat di local computer. Namun, apabila kita memasukkan komputer tersebut ke dalam domain, maka kita dapat juga melakukan authentication terhadapa user-user yang terdapat di dalam domain kita.
Untuk join komputer ke dalam domain, kita dapat menggunakan fasilitas yang disediakan oleh YaST --> Network Services --> Windows Domain Membership.
Setelah itu kita akan melakukan konfigurasi terhadap vsftpd dengan meng-edit file /etc/vsftpd/vsftpd.conf. Pertama-tama, ubah nama file asli vsftpd /etc/vsftpd/vsftpd.conf menjadi /etc/vsftpd/vsftpd.conf.original. mv /etc/vsftpd/vsftpd.conf /etc/vsftpd/vsftpd.conf.original
Kemudian buat file baru /etc/vsftpd/vsftpd.conf: vi /etc/vsftpd/vsftpd.conf
Isi dari file /etc/vsftpd/vsftpd.conf adalah sebagai berikut: # # 1. FTP Logon Configuration # ## Modify the default FTP banner message ftpd_banner="Welcome to SERVER's FTP site!"
# # 2. User Access Configuration # ## Disable username ftp and anonymous logon capability anonymous_enable=NO
## Enable local system user logon capability including Virtual Users local_enable=YES
## Set file & directory creation permission to rw------- & rwx------ ## for both local and anonymous/virtual users local_umask=077 anon_umask=077
## Users cannot create, update, or modify files/directories write_enable=NO
## Anonymous/Virtual users will only be allowed to only ## download world readable files anon_world_readable_only=YES
## Anonymous/Virtual users cannot create directories and modify files anon_mkdir_write_enable=NO
## Anonymous/Virtual users cannot delete or rename files or directories anon_other_write_enable=NO
## Disable download capability download_enable=NO
## Force users to be placed into their home directory chroot_local_user=YES
## Classify all non-anonymous logins as "guest" logins and ## map "guest" logins as the Virtual User specified in "guest_username" setting guest_enable=YES guest_username=virtual user_sub_token=$USER local_root=/home/ftpsite/$USER
## Deny login access to users specified in the "userlist_file" userlist_enable=YES userlist_deny=YES
## Enable active FTP connections port_enable=YES
## Enable passive FTP connections and ##determine the passive min and max port pasv_enable=YES pasv_min_port=30001 pasv_max_port=30005
## Set the display time to local time use_localtime=YES
## Hide user and group information in directory listings ## Display them as "ftp" hide_ids=YES
## Enable parallel logging of xferlog and vsftpd.log dual_log_enable=YES
## Force local and anonymous/virtual users to use SSL ## for login and data connections force_local_data_ssl=YES force_local_logins_ssl=YES force_anon_data_ssl=YES force_anon_logins_ssl=YES
## Specify the PAM service name associated with vsftpd. ## The location of the file is in /etc/pam.d/ pam_service_name=vsftpd
## Specify the location of the user configuration directory user_config_dir=/etc/vsftpd/vsftpd_user_conf
## Specify the location of the userlist_file userlist_file=/etc/vsftpd/deniedUsers
## Define the location of vsftpd.log file vsftpd_log_file=/var/log/vsftpd/vsftpd.log
## Define the location of xferlog file xferlog_file=/var/log/vsftpd/xferlog
## Define the location of RSA certificate to use for SSL connections rsa_cert_file=/etc/vsftpd/vsftpd.pem
Supaya semua user yang terkoneksi ke FTP server kita dianggap seakan-akan sebagai Virtual Users, kita akan membuat home directory dimana semua users akan cuma bisa masuk ke home directory tersebut. Selain itu juga perlu dibuat user dan group untuk Virtual User tersebut. #### Membuat home directory untuk Virtual User mkdir /home/ftpsite
#### Membuat group Virtual User groupadd virtual
#### Membuat user Virtual User useradd -d /home/ftpsite -g virtual -c “Virtual FTP Users” virtual
#### Merubah permission untuk /home/ftpsite chmod 700 /home/ftpsite #### Merubah owner & group untuk /home/ftpsite chown virtual:virtual /home/ftpsite
Membuat daftar user-user yang tidak diperbolehkan untuk menggunakan FTP server: #### Memasukkan semua daftar user-user yang terdapat di Active #### Directory ke dalam file /etc/vsftpd/deniedUsers wbinfo -u > /etc/vsftpd/deniedUsers
Dari daftar user-user yang ada di file /etc/vsftpd/deniedUsers, kita bisa memperbolehkan user-user tertentu untuk bisa mengakses FTP server dengan cara menambahkan tanda pagar (#) di depan nama user tersebut: SERVER\ardian SERVER\andi #SERVER\jaka SERVER\dewi #SERVER\lily
Setelah itu kita perlu membuat permission configuration untuk tiap-tiap user apabila kita menghendaki setiap user itu mempunyai hak akses yang berbeda dari default akses permission yang terdapat di file /etc/vsftpd/vsftpd.conf:
#### Membuat directory user permission configuration mkdir /etc/vsftpd/vsftpd_user_conf
#### Membuat permission setting utk user SERVER\ardian vi vsftpd_user_conf/SERVER\\ardian anon_world_readable_only=NO write_enable=YES anon_upload_enable=YES download_enable=YES
#### Membuat permission setting utk user SERVER\andi vi vsftpd_user_conf/SERVER\\andi anon_world_readable_only=NO write_enable=YES anon_upload_enable=YES
Kita akan menggunakan SSL untuk koneksi ke vsftpd. Untuk itu kita perlu generate SSL key yang diperlukan dan SSL key tersebut akan diletakkan di /etc/vsftpd/vsftpd.pem: #### Membuat SSL key openssl req -newkey rsa:1024 -nodes -x509 -keyout /etc/vsftpd/vsftpd.pem -out /etc/vsftpd/vsftpd.pem
Langkah terakhir adalah configuration pada SuSEFirewall dan ADSL Modem. Pertama kita akan membuka port-port yang diperlukan untuk menjalankan service vsftpd. Kita memulai dengan mengedit file /etc/sysconfig/SuSEfirewall2: #### Mengedit file /etc/sysconfig/SuSEfirewall2 vi /etc/sysconfig/SuSEfirewall2
#### Pada line FW_SERVICES_EXT_TCP tambahkan #### nilai 30001:30005. #### Ini menandakan bahwa kita membuka port TCP 30001 s/d 30005 #### untuk koneksi passive ftp. Nilai ini harus sama dengan nilai #### yang terdapat di file /etc/vsftpd/vsftpd.conf FW_SERVICE_EXT_TCP=”30001:30005”
#### Pada line FW_CONFIGURATIONS_EXT tambahkan #### nilai vsftpd. #### Nilai vsftpd pada line ini merupakan indikator buat SuSEfirewall2 #### untuk membuka port TCP 20 dan 21 untuk koneksi active ftp. FW_CONFIGURATIONS_EXT=”vsftpd”
Kemudian kita akan membuka port-port yang telah kita pergunakan di atas di Modem ADSL:
Jalankan service vsftpd dengan menggunakan perintah berikut: #### Jalankan service vsftpd service vsftpd start
#### Matikan service vsftpd service vsftpd stop
#### Melihat status service vsftpd service vsftpd status
2 Installasi FileZilla FTP
Untuk FTP Client kita akan mempergunakan FileZilla karena bersifat Open Source dan mendukung enkripsi SSL.
Buat Site Connection baru dengan profile seperti terlihat di gambar berikut:
Setelah itu tekan tombol Connect untuk logon ke vsftpd server.
Pada topik ini diasumsikan bahwa telah tersedia satu komputer dengan openSUSE Linux O/S dan komputer ini memiliki 2 Ethernet Card. Kita akan memulai konfigurasi Ethernet Card dengan menggunakan tool YAST di openSUSE.
Apabila Ethernet Cards di komputer yang akan dijadikan OpenVPN Server telah terkonfigurasi dengan benar maka langkah-langkah di bawah ini tidak diperlukan lagi.
Pilih Start --> System --> YaST, kemudian akan muncul YaST dialog Window. Di window pane sebelah kiri, pilih icon Network Devices. Setelah itu akan muncul beberapa icons di window pane sebelah kanan. Pilih icon Network Card dan akan muncul dialog window untuk konfigurasi ethernet card.
Di Tab Hostname/DNS:
lIsi Hostname dengan nama hostname yang diinginkan, misalnya: linux-gateway
lIsi Domain Name dengan domain name yang dikehendaki, misalnya: SERVER.COM
lIsi Name Server 1 dengan IP Address atau hostname server DNS lokal, misalnya: 172.16.0.3
lIsi Name Server 2 dengan IP Address atau hostname server DNS Internet, misalnya: 192.168.0.1
lIsi Domain Search dengan domain name yang dikehendaki, misalnya: SERVER.COM
Di Tab Routing:
lIsi Default Gateway dengan IP Address yang terhubung ke WAN, misalnya: 192.168.0.1
Di Tab Overview:
lPilih Ethernet Card yang terhubung ke LAN, kemudian click tombol Configure. Kemudian akan muncul window Ethernet Card configuration.
�Pilih option Static IP Address dan kemudian isi IP Address, Subnet Mask, dan Hostname fields.
Contoh:
lIP Address = 172.16.0.8.
lSubnet Mask = 255.255.0.0
lHostname = LAN
lPilih Ethernet Card yang terhubung ke WAN, kemudian click tombol Configure. Kemudian akan muncul window Ethernet Card configuration.
�Pilih option Static IP Address dan kemudian isi IP Address, Subnet Mask, dan Hostname fields.
Contoh:
lIP Address = 192.168.0.2.
lSubnet Mask = 255.255.255.0
lHostname = WAN
2Installasi OpenVPN
Pada topik ini diasumsikan bahwa komputer yang akan dijadikan OpenVPN Server telah disetting Local Repository sehingga paket-paket tambahan dari openSUSE Linux dapat diinstall dengan menggunakan perintah zypper.
Pada konsole terminal, login sebagai root dan kemudian install paket openvpn dengan perintah berikut:
zypper in openvpn
Proses installasi OpenVPN akan selesai dalam waktu singkat dan akan terbentuk directories
/etc/openvpn/
/usr/share/doc/packages/openvpn/
/usr/share/openvpn/
yang berisikan file-file yang diperlukan untuk konfigurasi OpenVPN Server & Client. Selain itu, kita dapat melihat file-file contoh konfigurasi untuk OpenVPN Server & Client yang tersimpan di /usr/share/doc/packages/openvpn/.
Installasi paket openvpn tergantung pada beberapa paket di bawah ini:
lzo
openssl
pam
Sebelum installasi paket openvpn dimulai, pastikan bahwa paket-paket tersebut di atas telah terinstall di komputer tersebut.
3Setting Up Certificate Authority (CA) dan Generating Certificates & Keys untuk OpenVPN server & clients
Langkah pertama dari konfigurasi OpenVPN adalah membuat PKI (Public Key Infrastructure). PKI itu terdiri atas:
lPublic dan Private Key untuk server dan tiap-tiap client.
lMaster Certificate Authority (CA) certificate dan Key yang berfungsi untuk verifikasi sertifikat server dan client.
Buka terminal konsole dan lakukan perintah-perintah berikut ini:
## Copy directory /usr/share/openvpn/easy-rsa/ ke /etc/openvpn/ ##
cp -fr /usr/share/openvpn/easy-rsa /etc/openvpn
## Pindah ke directory /etc/openvpn/easy-rsa/ ##
cd /etc/openvpn/easy-rsa
## Edit vars file dan set nilai KEY_COUNTRY, KEY_PROVINCE, KEY_CITY, KEY_ORG, dan KEY_EMAIL. Pastikan atribut-atribut tersebut tidak ada yang kosong nilainya. ##
vi var
## Initialize atribut-atribut tersebut di atas dan generate master CA certificate & key ##
. vars
. clean-all
. build-ca
Untuk Windows:
Buka terminal Command Prompt dan lakukan perintah-perintah berikut ini:
## Pindah ke directory \Program Files\OpenVPN\easy-rsa\ ##
cd \Program Files\OpenVPN\easy-rsa
## Generate vars.bat dan openssl.cnf files ##
init-config
## Edit vars file dan set nilai KEY_COUNTRY, KEY_PROVINCE, KEY_CITY, KEY_ORG, dan KEY_EMAIL. Pastikan atribut-atribut tersebut tidak ada yang kosong nilainya. ##
edit vars.bat
## Initialize atribut-atribut tersebut di atas dan generate master CA certificate & key ##
vars
clean-all
build-ca
Perintah build-ca akan membuat certificate authority certificate & key dengan mempergunakan utility openssl.
ai:easy-rsa # ./build-ca
Generating a 1024 bit RSA private key
............++++++
...........++++++
writing new private key to 'ca.key'
-----
You are about to be asked to enter information that will be incorporated
into your certificate request.
What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.
There are quite a few fields but you can leave some blank
For some fields there will be a default value,
If you enter '.', the field will be left blank.
-----
Country Name (2 letter code) [KG]:
State or Province Name (full name) [NA]:
Locality Name (eg, city) [BISHKEK]:
Organization Name (eg, company) [OpenVPN-TEST]:
Organizational Unit Name (eg, section) []:
Common Name (eg, your name or your server's hostname) []:OpenVPN-CA
Perhatikan bahwa nilai-nilai yang diperlukan parameters di atas akan mempunyai default ke nilai-nilai yang kita masukkan di file vars. Cuma ada satu parameter yang perlu kita input secara langsung yaitu Common Name. Nilainya terserah kepada yang kita inginkan. Untuk contoh di atas, nilainya adalah OpenVPN-CA.
Generate certificate & key untuk server
Untuk Linux/BSD/Unix:
## Pastikan bahwa kita masih berada di /etc/openvpn/easy-rsa/ directory ##
. build-key-server server
Untuk Windows:
## Pastikan bahwa kita masih berada di \Program Files\OpenVPN\easy-rsa\ directory ##
build-key-server server
Hampir semua parameter akan mempunyai nilai default yang kita berikan kecuali Common Name. Kita dapat memberikan nilai sesuai keinginan kita di Common Name, misalnya: “OpenVPN-Server”. Untuk dua pertanyaan berikutnya memerlukan jawaban yang positif untuk bisa generate certificate & key untuk server, "Sign the certificate? [y/n]" and "1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]".
Generate certificates & keys untuk 3 clients
Untuk Linux/BSD/Unix:
## Pastikan bahwa kita masih berada di /etc/openvpn/easy-rsa/ directory ##
. build-key client1
. build-key client2
. build-key client3
Untuk Windows:
## Pastikan bahwa kita masih berada di \Program Files\OpenVPN\easy-rsa\ directory ##
build-key client1
build-key client2
build-key client3
Hampir semua parameter akan mempunyai nilai default yang kita berikan kecuali Common Name. Kita dapat memberikan nilai sesuai keinginan kita di Common Name, misalnya: “client1”, “client2”, dan “client3”. Untuk dua pertanyaan berikutnya memerlukan jawaban yang positif untuk bisa generate certificate & key untuk server, "Sign the certificate? [y/n]" and "1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]".
Apabila ingin password proteksi pada client keys, ga-nti perintah di atas dengan perintah build-key-pass.
Generate Diffie Hellman parameters
Untuk Linux/BSD/Unix:
## Pastikan bahwa kita masih berada di /etc/openvpn/easy-rsa/ directory ##
. build-dh
Untuk Windows:
## Pastikan bahwa kita masih berada di /etc/openvpn/easy-rsa/ directory ##
build-dh
Key Files
Setelah semua perintah-perintah di atas dijalankan maka akan terbentuk certificates dan keys disubdirectory keys. Berikut adalah files-files tersebut:
Filename
Needed By
Purpose
Secret
ca.crt
server + all clients
Root CA certificate
No
ca.key
key signing machine only
Root CA key
Yes
dh{n}.pem
server only
Diffie Hellman parameters
No
server.crt
server only
Server Certificate
No
server.key
server only
Server Key
Yes
client1.crt
client1 only
Client1 Certificate
No
client1.key
client1 only
Client1 Key
Yes
client2.crt
client2 only
Client2 Certificate
No
client2.key
client2 only
Client2 Key
Yes
client2.crt
client3 only
Client3 Certificate
No
client2.key
client3 only
Client3 Key
Yes
Langkah terakhir dari proses pembuatan certificates dan keys adalah copy files di tabel atas ke komputer-komputer yang diconfigure sesuai dengan keterangan yang terdapat di tabel atas.